karena desakan banyak pihak (ceile.. gaya bgt neh..hehehe..) akhirnya saya memberanikan diri posting tentang IT. sebenernya ga PD juga siey nulis yg ginian, coz masi byk yg ebat2… tp gpp de itung2 buat dokumentasi ngoprex.. posting pertama kali ini akan membahas mengenai ssh khususnya konfigurasinya.
sebelum ke konfigurasi, ada baiknya kita mengerti apa itu ssh. ssh atau secure shell adalah sebuah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data menggunakan channel aman di antara 2 networked devices (disadur dari wikipedia). Ssh ini digunakan untuk me-remote komputer dengan menggunakan mode command prompt. kalau di windows biasanya memakai koneksi telnet, tp karena telnet tidak aman maka sekarang ini lebih banyka yang menggunakan ssh.
oke langsung lanjut ke konfigurasi nya. kali ini saya menggunakan debian-40r4a sebagai distro. karena di debian yang saya pakai belum terinstall ssh, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah instalasi ssh.
apt-get install ssh
setelah terinstall, kita ke langkah selanjutnya mengenai konfigurasi ssh. file yang akan diubah adalah sshd_config.
vim /etc/ssh/sshd_config
beberapa sintaks yang penting di dalam file ini yaitu :
- Port = sintak ini digunakan untuk menentukan port mana yg akan dipakai dalam koneksi ssh. port default adalah 22. biar lebih aman bisa diganti dengan port ngawur yg ga dipake. hehe..
- PermitRootLogin = sintak ini digunakan untuk memberikan permit ke root apakah diperbolehkan untuk mengakses atau tidak. opsi “yes” digunakan untuk memperbolehkan akses sebagai root, sebaliknya opsi “no” digunakan untuk melarang login ssh sebagai root. jangan biarkan akses ssh sebagai root, celah ini bisa di manfaatkan para cracker untuk masuk ke dalam sistem. koq bisa ? ya… coz cracker itu biasanya ga tau account yg ada di kompie, nah account umum yg ada di setiap kompie adalah root, jadi si cracker itu bisa aja coba2 masukin password si root pake metode brute force ato metode2 lain. klo pas beruntung masuk de si cracker td ke sistem n wassalam dah klo gt. hehehe…
- MaxAuthTries = sintak ini digunakan untuk membatasi jumlah perulangan pengisian password jika kita salah isi password pada saat kita akan masuk ke sistem melalui ssh. klo melihat dari contoh, maka ketika salah password hanya bisa mengulanginya 2 kali lagi, klo masih tetap salah maka sistem secara otomatis akan menolak login untuk ke 3 kalinya.
- AllowUsers = sintak ini digunakan untuk membolehkan usermana saja yang boleh mengakses sistem melalui ssh.
Port 22
PermitRootLogin no
MaxAuthTries 2
AllowUsers yusuv
setelah merubah sintaks2 di atas, selanjutnya merestart service ssh.
/etc/init.d/ssh restart
dengan konfigurasi di atas seharusnya sudah cukup aman, tapi biar lebih maknyus bisa ditambahkan konfigurasi supaya hanya IP tertentu saja yang bisa mengakses sistem melalui ssh. cara nya dengan menambahkan sintaks di file hosts.allow dan hosts.deny
vim /etc/hosts.allow
lalu di baris paling bawah tambahkan IP mana yang boleh mengakses sistem via ssh
sshd : 192.168.1.2
kemudian buka file hosts.deny
vim /etc/hosts.deny
tambahkan sintak berikut supaya selain IP 192.168.1.2 tidak ada yg bisa terkoneksi ke sistem via ssh
sshd : ALL
yap.. dengan begini konfigurasi ssh dapat lebih aman digunakan. sebenarnya masi banyak lagi opsi2 yang bisa dipakai, termasuk menggunakan firewall. maaf bila masi banyak kesalahan di sana sini… semoga dapat membantu…
oiya.. untuk mengakses ssh dari windows gunakan program Putty, kalau dari linux langsung saja ketikkan perintah dengan format : ssh namauser@alamattujuanssh -p portyangssh
ssh yusuv@192.168.1.2 -p 22
demikian… terima kasih…

